Cara Menghitung ROA Pada Laporan Keuangan Dengan Benar, Disertai Contoh

By | 10 September 2019

Aplikasi Akuntansi Perusahaan Jasa

akuntanmuslim.com/jasa/

Fitur Lengkap | Mudah Digunakan | Laporan Otomatis

 

Aplikasi Akuntansi Perusahaan Dagang

akuntanmuslim.com/dagang/

Siap Pakai | Laporan Otomatis | Bisa Dikustom Sendiri

 

Aplikasi Akuntansi Perusahaan Manufaktur

akuntanmuslim.com/manufaktur/

Fitur Komplit | Bisa Banyak User | 1x Bayar

Cara menghitung ROA pada laporan keuangan perusahaan atau perbankan sebenarnya tidak jauh berbeda. Namun karena banyak orang yang menganggapnya terlalu rumit, sehingga sering menimbulkan kerancauan. Nah, disini Anda bisa belajar menghitung ROA atau Return on Assets dengan mudah dan cepat.

cara menghitung ROA perusahaan

Gambaran umumnya, ROA merupakan simbol dari kinerja perusahaan dalam menghasilkan keuntungan selama periode tertentu. Data ini dibutuhkan oleh pihak manajemen, bank dan investor untuk mengetahui seberapa besar keefektifan perusahaan dalam menghasilkan profit dari semua aset yang dimiliki.

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Return On Assets berarti Tingkat Pengembalian Aset. Ini penting diketahui oleh setiap calon investor, supaya mereka tidak salah memilih perusahaan dan bisa memperoleh ROI (pengembalian investasi) yang menguntungkan.

Untuk bisa mengetahui Tingkat Pengembalian Aset, sebaiknya simak dahulu ulasan dibawah. Admin akan menjelaskan pengertian ROA, rumus ROA menurut para ahli, analisis ROA dan contoh menghitung ROA dari laporan keuangan.

Pengertian ROA atau Return On Assets

ROA adalah bagian dari rasio profitabilitas, seperti ROI dan REO. Sebelum mengulas bagaimana cara menghitung ROA, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu apa itu pengertian Return on Assets.

ROA adalah sebuah persentase yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari semua aset miliknya. ROA ditulis dengan simbol %.  Return On Assets dijadikan sebagai tolak ukur untuk memahami seberapa efisien perusahaan mengelola aset mereka sehingga bisa menghasilkan keuntungan selama satu periode.

Secara umum, periode perhitungan ROA adalah 1 tahun. Setiap bulan Desember, perusahaan menerima laporan keuangan. Semua informasi profitabilitas akan dilaporkan, salah satunya adalah Return on Assets.

ROA bisa juga diartikan sebagai rasio yang mengukur efesiensi perusahaan selama mengelola semua aset yang sudah dibeli. Dengan Return on Assets yang tinggi, maka tidak masalah memperbanyak modal untuk dibelikan aset baru.

Selama perusahaan mampu konsisten dan menjaga performa mereka, penambahan aset jelas bukanlah suatu permasalahan. Justru hal ini bisa semakin menguntungkan karena membuka peluang lebih besar kepada perusahaan untuk mendapatkan laba lebih dari biasanya.

Semakin besar persentase ROA, itu menunjukkan apabila suatu perusahaan memiliki performa yang bagus. Setiap laporan keuangan pasti mencantumkan ROA. Tujuannya adalah untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan.

Analisis ROA

analisis Return on Assets

Setiap satu periode, pihak manajemen selalu menerima laporan keuangan yang berisi ROA. Mereka bertugas menganalisa Return on Assets untuk mencari tahu bagaimana performa perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (Net Profit). Apakah kinerjanya sedang bagus atau tidak.

Semua data yang ditampilkan sebagai Return on Assets haruslah tepat dan tidak boleh keliru. Mengingat ini dijadikan sebagai patokan untuk menentukan langkah perusahaan ke depan. Maka dari itu, penting mengetahui cara menghitung ROA dengan benar.

Semakin tinggi nilai ROA, itu menandakan semakin bagus pula performa sebuah perusahaan. Perusahaan memiliki kemampuan yang besar dalam memanfaatkan aset miliknya untuk diubah menjadi pendapatan.

Perusahaan dengan ROA tinggi selalu menjadi incaran para investor. Mereka tidak merasa ragu mempercayakan uangnya untuk dikelola oleh perusahaan yang sudah terbukti memiliki manajemen aset bagus.

Selain itu, investor juga lebih senang karena mereka berpotensi mendapatkan ROI (Return on Investmen) yang menguntungkan.

Pihak lain yang biasanya juga menerima laporan ROA adalah kreditur (bank). Bagi perusahaan yang sedang berkembang dan belum memiliki cukup modal untuk membeli aset, mereka mendapatkan kucuran dana dari investor dan kreditur.

Karena tidak ingin salah memberi pinjaman, pihak kreditur tentu melakukan pengecekan terhadap kesehatan perusahaan secara menyeluruh. Dari sudut pandang kreditur, ROA berhubungan erat dengan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjaman.

Pihak kreditur bisa dengan mudah memberi bantuan dana kepada perusahaan dengan nilai Return on Assets tinngi, begitupun sebaliknya.

Untuk analisis yang lebih mendetail, perusahaan biasa meneliti ROA setiap produk. Produk dengan ROA tinggi berarti memiliki profit margin yang besar. Ini nanti bermanfaat untuk perkembangan perusahaan di periode berikutnya, karena tinggal melipatgandakan produk yang dijual.

Ketika melihat nilai ROA yang kurang menguntungkan, perusahaan memiliki dua pilihan agar bisa meningkatkannya. Yakni dengan mengurangi biaya atau meningkatkan margin. Perusahaan bisa meningkatkan penjualan produk, meningkatkan perputaran persediaan atau menjual lebih banyak produk dengan margin besar.

Baca Juga:

Perhitungan Return on Assets Disetiap Industri

Perhitungan Return on Assets

Penting diketahui, bahwasannya penghitungan ROA perusahaan di masing-masing industri itu berbeda dan tidak bisa dipukul rata. Sehingga, membandingkan Return On Assets perusahaan pertambangan dengan perusahaan software (perangkat lunak) jelas tidaklah adil.

Sebab, peralatan yang dibutuhkan oleh perusahaan pertambangan pada umumnya berukuran besar dan harganya mahal. Sementara itu, perusahaan perangkat lunak hanya membutuhkan server dan komputer untuk menjalankan bisnisnya.

Dari segi investasi aset saja sudah berbeda, sehingga tidak logis apabila ROA perusahaan pertambangan dan ROA perusahaan software disamakan. Kesimpulannya, analisis ROA hanya berlaku untuk perusahaan di industri yang sama.

Untuk mengetahui bagaimana performa Return on Investment saat ini, perusahaan harus membandingkan dengan ROA di periode sebelum-sebelumnya. Apabila nilai ROA semakin meningkat, perusahaan akan meningkatkan sistem yang sudah ada.

Jika ternyata ROA menurun, pihak manajemen mengambil langkah-langkah yang bisa memperbaiki keadaan. Itulah sebabnya mengetahui analisis Tingkat Pengembalian Aset sama pentingnya dengan cara menghitung ROA.

Sudah paham apa itu ROA dan analisisnya, sekarang mari kita masuk ke pembahasan inti.

Cara Menghitung ROA Perusahaan

rumus menghitung ROA menurut para ahli

Tidak sulit, karena cara menghitung ROA perusahaan menggunakan rumus Net Income / Total Aset. Income disini adalah laba bersih yang sudah bebas pajak. Bagaimana, sangat sederhana bukan?

Contoh Menghitung ROA dari Laporan Keuangan

Berdasarkan laporan keuangan yang ditulis pada tanggal 31-12-2018, PT. Maju Jaya dan Makmur Tbk menghasilkan keuntungan bersih Rp. 1,890 triliun. Karena bergerak di bidang pertambangan, nilai asetnya cukup tinggi, yaitu Rp. 62,530 triliun.

Pertanyaannya, berapakah persentase Return on Assets PT. Maju Jaya dan Makmur Tbk?

Jawab:

Rumus ROA = Laba bersih : Total Aset

ROA perusahaan = Rp. 1.890 triliun : Rp. 62.530 triliun

ROA: 3,02%

Maka Return on Assets PT. Maju Jaya dan Makmur Tbk dengan kode emiten MJM ini adalah sebesar 3,02%.

Fungsi Mengetahui ROA Perusahaan

fungsi menghitung ROA

Tidak jauh berbeda dengan kegiatan yang lain, analisa terhadap Return on Assets pasti memiliki fungsi tersendiri. Yakni membantu pihak manajemen dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan oleh perusahaan di periode berikutnya.

Khususnya kebijakan mengenai keputusan operasional. Apakah pembelian aset A bisa meningkatkan penghasilan atau tidak. Berdasarkan data ROA, pihak manajemen perusahaan bisa mengetahui tindakan mana yang menguntungkan dan kurang menguntungkan.

Produk dengan margin terbesar juga bisa diketahui, sehingga untuk meningkatkan penghasilan hanya perlu memperbanyak penjualan produk tersebut. Kesimpulannya, ROA membantu manajemen perusahaan mengambil keputusan dengan lebih cepat, tepat dan efisien.

Demikianlah ulasan singkat mengenai cara menghitung ROA perusahaan. Semoga apa yang saya sampaikan diatas bisa menjadi referensi yang bermanfaat untuk Anda semua.

Aplikasi Akuntansi Perusahaan Jasa

akuntanmuslim.com/jasa/

Fitur Lengkap | Mudah Digunakan | Laporan Otomatis

 

Aplikasi Akuntansi Perusahaan Dagang

akuntanmuslim.com/dagang/

Siap Pakai | Laporan Otomatis | Bisa Dikustom Sendiri

 

Aplikasi Akuntansi Perusahaan Manufaktur

akuntanmuslim.com/manufaktur/

Fitur Komplit | Bisa Banyak User | 1x Bayar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *